BAB 4 BELADIRI PENCAK SILAT KLS 8
BAB 4. Permainan dan Olahraga(Bela Diri Pencak Silat) kls 8
Di antara kalian adakah yang menyukai olahragabela diri pencak silat? Tahukah kalian dari manakah asalolahraga pencak silat? Pencak silat merupakan salah satubudaya asli bangsa Indonesia. Masyarakat meyakinibahwa masyarakat Melayu menciptakan dan meng-gunakan ilmu bela diri ini sejak masa prasejarah. Haltersebut dikarenakan pada saat itu manusia harus meng-hadapi alam yang keras seperti melawan binatang buasdan sebagainya, sehingga sampai akhirnya manusiamengembangkan gerak-gerak bela diri.Di kelas VII kalian telah mempelajari beberapa teknik dasar dalam olahragabela diri pencak silat. Diantaranya adalah teknik dasar pukulan, tendangan, danelakan. Nah, di kelas VIII ini kalian akan mempelajari beberapa teknik dasaryang lain yaitu teknik dasar tangkisan dan beberapa latihan pembelajarannyaserta aturan main dalam pertandingan pencak silat. Setelah mempelajari Bab ini,kalian diharapkan mampu melakukan teknik dasar tangkisan dan beberapa latihanpembelajarannya serta memahami aturan main dalam pertandingan pencak silat
A.Teknik Dasar Tangkisan
Menurut Johansyah Lubis (2004 : 7) teknik dasar pencak silat merupakan suatu gerak terencana, terarah, terkoordinasi, dan terkendali yang mempunyai empat aspek sebagai suatu kesatuan yaitu aspek mental spiritual, aspek bela diri,aspek olahraga, dan aspek seni budaya. Adapun teknik dasar tangkisan adalah suatu teknik belaan untuk menggagalkan serangan lawan dengan tangan, kaki,dan tubuh. Berikut ini teknik dasar tangkisan tangan dan tangkisan kaki pada pencak silat yang dapat dipraktikkan siswa dengan nilai keberanian, kejujuran,menghormati lawan, dan rasa percaya diri.
1. Tangkisan Tangan
Tangkisan tangan adalah teknik belaan untuk menggagalkan serangan lawan dengan menggunakan tangan. Dilihat dari arah dan bentuk serangan, tangkisan dapat divariasikan pada posisi tinggi, rendah, dengan tangan mengepal atau terbuka dengan arah dalam atau luar.
Setelah mempelajari materi pada bab ini, siswa diharapkan dapat:
1. mempraktikkan teknik dasar tangkisan tangan pada olahraga pencak silat.
2. mempraktikkan teknik dasar tangkisan kaki pada olahraga pencak silat. Tujuan Pembelajaran
Di antara kalian adakah yang menyukai olahraga bela diri pencak silat? Tahukah kalian dari manakah asal olahraga pencak silat? Pencak silat merupakan salah satu budaya asli bangsa Indonesia. Masyarakat meyakini bahwa masyarakat Melayu menciptakan dan meng-gunakan ilmu bela diri ini sejak masa prasejarah. Hal tersebut dikarenakan pada saat itu manusia harus meng-hadapi alam yang keras seperti melawan binatang buas dan sebagainya, sehingga sampai akhirnya manusia mengembangkan gerak-gerak bela diri.
Di kelas VII kalian telah mempelajari beberapa teknik dasar dalam olahraga bela diri pencak silat. Diantaranya adalah teknik dasar pukulan, tendangan, dan elakan. Nah, di kelas VIII ini kalian akan mempelajari beberapa teknik dasar yang lain yaitu teknik dasar tangkisan dan beberapa latihan pembelajarannya serta aturan main dalam pertandingan pencak silat. Setelah mempelajari Bab ini, kalian diharapkan mampu melakukan teknik dasar tangkisan dan beberapa latihan pembelajarannya serta memahami aturan main dalam pertandingan pencak silat.
Teknik Dasar Tangkisan
pencak silat, tangkisan tangan, tangkisan kaki, pukulan dan tendangan, peraturan pertandingan pencak silat, pesilat
Berikut ini macam-macam tangkisan tangan yang dapat dipraktikkan siswa.
a. Tangkisan Satu Tangan
1) Tangkisan luar
2) Tangkisan dalam
3) Tangkisan atas
4) Tangkisan bawah
b. Tangkisan Dua Tangan
1) Tangkisan sejajar dua tangan atas
2) Tangkisan belah (tinggi dan rendah)
3) Tangkisan silang (tinggi dan rendah)
4) Tangkisan buang samping
c. Tangkisan Siku
1) Tangkisan siku dalam
2) Tangkisan siku luar
Beberapa teknik dasar dalam olahraga bela diri pencak silat yang telah kalian pelajari dapat kalian praktikkan dengan cara berlatih secara perorangan maupun secara berpasangan. Berikut ini beberapa variasi dan kombinasi teknik dasar dalam pencak silat yang dapat dilakukan siswa dengan koordinasi yang baik serta nilai keberanian, kejujuran, menghormati lawan, dan percaya diri.
1. Teknik Dasar Tangkisan yang Dilakukan Perorangan
a. Latihan 1
Melakukan teknik dasar tangkisan satu lengan. Latihan ini dapat dipraktikkan oleh siswa dengan cara berikut ini.
1) Sikap awal
2) Gerakan ke-1, melakukan tangkisan dalam.
3) Gerakan ke-2, melakukan tangkisan luar.
4) Gerakan ke-3, melakukan tangkisan atas.
5) Gerakan ke-4, melakukan tangkisan bawah.
6) Kembali pada sikap awal.
2. Setelah mempelajari materi pada bab ini, siswa diharapkan dapat: 1. mempraktikkan latihan variasi teknik dasar tangkisan yang dilakukan perorangan.
2. mempraktikkan variasi dan kombinasi teknik dasar tangkisan yang dilakukan secara berpasangan.
b. Latihan 2
Melakukan teknik dasar tangkisan siku. Latihan ini dapat dipraktikkan siswa dengan cara berikut ini.
1) Sikap awal.
2) Gerakan ke-1, melakukan tangkisan siku luar tinggi.
3) Gerakan ke-2, tangkisan siku dalam tinggi.
4) Gerakan ke-3, tangkisan siku dalam rendah.
5) Gerakan ke-4, tangkisan siku luar rendah.
6) Kembali pada sikap awal
.
c. Latihan 3
Melakukan teknik dasar
tangkisan kaki. Berikut ini siswa dapat melakukannya.
1) Sikap awal.
2) Gerakan ke-1, melakukan tangkisan tutup depan.
3) Gerakan ke-2, melakukan tangkisan tutup samping.
4) Gerakan ke-3, melakukan tangkisan buang luar.
5) Gerakan ke-4, melakukan tangkisan busur luar atau dalam.
6) Kembali pada sikap awal.
2. Teknik Dasar Tangkisan yang Dilakukan secara
Berpasangan
a. Latihan 1
Melakukan tangkisan luar dan pukulan depan (tebak). Latihan ini dapat dipraktikkan siswa dengan cara berikut ini.
1) Lakukan sikap awal ber-hadapan (A dan B).
2) B melakukan pukulan depan (tebak) ke arah A.
3) A melakukan tangkisan luar.
4) Latihan dilakukan secara bergantian.
5) Setelah melakukannya kembali pada sikap awal.
b. Latihan 2
Melakukan tangkisan dalam dan pukulan depan (tinju). Latihan ini dapat dipraktikkan siswa dengan cara berikut ini.
1) Lakukanlah sikap awal ber-hadapan (A dan B).
2) B melakukan pukulan depan (tebak) ke arah A.
3) A melakukan gerak tangkisan dalam.
4) Latihan ini dilakukan secara bergantingan.
5) Setelah melakukannya lalu kembali pada sikap awal.
c. Latihan 3
Melakukan tangkisan dalam dan pukulan bawah (sodok). Latihan ini dapat dipraktikkan siswa dengan cara berikut ini.
1) Lakukanlah sikap awal ber-hadapan (A dan B).
2) B melakukan pukulan bawah (sodok) ke arah A.
3) A melakukan gerak tangkisan dalam.
4) Latihan ini dilakukan secara bergantian.
5) Setelah melakukannya lalu kembali pada sikap awal.
d. Latihan 4
Melakukan tangkisan atas dan pukulan pedang atas. Latihan tersebut dapat dipraktikkan siswa dengan cara berikut ini.
1) Lakukanlah sikap awal ber-hadapan (A dan B).
2) B melakukan pukulan pedang atas ke arah A.
3) A melakukan tangkisan atas.
4) Latihan ini dilakukan secara bergantian.
5) Setelah melakukannya lalu kembali pada sikap awal.
e. Latihan 5
Melakukan tangkisan silang tinggi dan pukulan ketok. Latihan ini dapat dipraktikkan siswa dengan cara berikut ini.
1) Lakukan sikap awal berhadap-an (A dberhadap-an B).
2) B melakukan pukulan ketok ke arah A.
3) A melakukan tangkisan silang tinggi.
4) Latihan ini dilakukan secara bergantian.
5) Setelah melakukannya kembali pada sikap awal.
f. Latihan 6
Melakukan tangkisan buang samping dan tendangan depan. Latihan ini dapat dipraktikkan siswa dengan cara berikut ini.
1) Lakukan sikap awal berhadap-an (A dberhadap-an B).
2) B melakukan tendangan depan ke arah A.
3) A melakukan tangkisan buang samping.
4) Latihan ini dilakukan secara bergantian.
5) Setelah melakukannya kembali pada sikap awal.
g. Latihan 7
Melakukan tangkisan dengan kaki tutup depan dan tendangan depan. Latihan ini dapat dipraktikkan siswa dengan cara berikut ini.
1) Lakukan sikap awal berhadap-an (A dberhadap-an B).
2) B melakukan tendangan depan ke arah A.
3) A melakukan tangkisan kaki tutup depan.
4) Latihan ini dilakukan secara bergantian.
5) Setelah melakukannya kembali pada sikap awal.
Setelah mempelajari materi pada bab ini, siswa diharapkan dapat:
1. memahami ketentuan pertandingan pencak silat kategori tanding,
2. memahami ketentuan penilaian dalam pertandingan pencak silat,
3. memahami ketentuan kemenangan dalam pertandingan pencak silat,
4. memahami ketentuan hukum pada pesilat pertandingan pencak silat. Tujuan Pembelajaran
Dalam pertandingan pencak silat, tidak semua teknik dasar yang telah dipelajari digunakan dan dimainkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan kategori yang dipertandingkan. Olahraga pencak silat dipertandingkan dalam beberapa kategori yaitu kategori tanding, tunggal, ganda, dan regu. Berikut ini kalian akan mempelajari peraturan pertandingan pencak silat kategori
1. Ketentuan Pertandingan Pencak Silat Kategori Tanding
a. Ketentuan Pertandingan
Menurut Johansyah Lubis (2004 : 35), kategori tanding adalah kategori per-tandingan pencak silat yang menampilkan dua orang pesilat dari kubu yang berbeda, keduanya saling berhadapan menggunakan unsur pembelaan dan serangan yaitu menangkis/mengelak, mengenakan sasaran atau menyerang, dan menjatuhkan lawan dengan menerapkan kaidah-kaidah pencak silat dan mematuhi larangan-larangan yang ditentukan.
Kaidah-kaidah dalam pencak silat adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik, seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang, pola langkah, serta mengukur jarak terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan atau pembelaan serta kembali ke sikap pasang.
b. Waktu Pertandingan
Pertandingan dilakukan dengan tiga babak, dengan masing-masing babak selama 2 menit dengan istirahat antarbabak 1 menit.
c. Wasit dan Juri
Pertandingan pencak silat dipimpin oleh satu wasit dan 5 juri.
d. Gelanggang Pertandingan
Gelanggang yang digunakan adalah matras tebal maksimal 5 cm, permukaan rata dan tidak memantul, berukuran 10 x 10 m dengan warna dasar hijau dan bidang tanding berbentuk lingkaran dalam bidang gelanggang dengan garis tengah 8 meter. Pada tengah-tengah dibuat lingkaran dengan garis tengah 3 m, lebar garis 5 cm, dengan sudut merah dan biru, serta sudut netral.
e. Sasaran
Sasaran yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai adalah togok yaitu bagian tubuh kecuali leher ke atas dan dari pusat ke kemaluan yang meliputi dada, perut (perut ke atas), rusuk kanan dan kiri, serta punggung atau belakang badan. Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan dalam usaha menjatuhkan lawan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan.
f. Pembagian Kelas dalam Pertandingan Pencak Silat
Pembagian kelas untuk kategori tanding didasarkan pada berat badan dengan penggolongan menurut umur dan jenis kelamin.
Sampai disini dulu materi Pencak Silat, akan kita lanjutkan lagi minggu depan dan tetap semangat
Komentar
Posting Komentar